Darmo W (40), agen beras di gudang UD Mekar Sari II Jalan Padma, Denpasar Timur ditangkap polisi, setelah kedapatan menjual beras tidak sesuai takaran. Tersangka sudah setahun melakukan praktik curang. Dia mengeruk keuntungan hampir Rp 2 miliar.

“Mereka mengurangi ukuran beras yang sebenarnya. Setiap satu sak diambil 1 kilogram. Dan dikumpulkan jadi satu dimasukan ke sak yang baru kalau diliat jaitannya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo kepada wartawan, Pada hari Kamis (31/8).

Tersangka mengurangi beras dalam sak dengan menyedot menggunakan mesin vacuum cleaner. Dalam kasus ini, Satgas Pangan Polres Denpasar menyita barang bukti beras sebanyak 700 sak atau 17,5 ton.

Dia menjelaskan, bahwa tersangka bekerja dengan dua karyawannya, Yohanes dan Ketut.

Beras yang setelah disedot tersangka jual seharga Rp 245 ribu hingga Rp 247 ribu per sak.

“Saat proses pemindahan atau penyedotan beras kondisi gudang selalu tertutup. Tersangka dijerat Pasal 62 KUHP juncto 8 UU Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” katanya.

Selama ini beras yang dikurangi oleh tersangka dari dua merek beras ternama yaitu Putri Sejati dan Ratu Ayu diambil oleh tersangka dari Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Berikan Komentarmu