Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding pemain drama ‘Hamilton’ melecehkan wakil presiden terpilih AS Mike Pence. Trump merasa Pence dilecehkan dalam pertunjukan itu ketika para aktor memanggil Pence untuk ‘menegakkan nilai-nilai Amerika kami’.

“Wakil Presiden kami yang luar biasa, Mike Pence, dilecehkan semalam di teater oleh pemain drama Hamilton, disorot kamera. Ini seharusnya tidak terjadi!” tulis Trump dalam sebuah cuitan di akun Twitternya seperti dilansir CNN, Minggu (20/11/2016). | Berita Dunia Terkini

“Teater harus selalu menjadi tempat yang aman dan spesial. Para pemeran drama Hamilton telah sangat kasar semalam kepada seorang yang baik, Mike Pence. Minta maaf!” lanjut Trump masih di akun Twitternya.

Pence menjadi bagian dari pertunjukan yang digelar Jumat lalu. Ketika itu, Pence menghadiri pertunjukan itu di New York dan langsung diajak ikut dalam drama.

Kabar di media sosial menyebutkan saat itu ketika curtain call (panggilan di sela pentas untuk kembali ke panggung), Brandon Dixon (salah seorang aktor) mengajak Pence untuk ‘bekerja atas nama kami’.

“Wakil presiden terpilih, Pence, kami menyambut Anda dan kami sangat berterima kasih Anda berada di sini di ‘Hamilton: An American Musical.’ Kami adalah Amerika yang beragam yang khawatir pemerintahan baru tidak akan melindungi kami, planet kami, anak-anak kami, orang tua kami atau membela kami dan menegakkan hak asasi kami, Pak. Tapi kami sangat berharap pertunjukan ini menginspirasi Anda untuk menegakkan nilai-nilai Amerika kami dan bekerja atas nama kami. Kami semua,” ucap Dixon.

Dixon lalu meminta penonton untuk tidak menyoraki Pence. Dia menyebut pagelaran itu diperankan oleh ‘kelompok yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari beragam warna kulit, kepercayaan, dan orientasi’.

Sam Rudy, bagian humas Hamilton, mengatakan Pence keluar dari teater saat itu dan berhenti mendengarkan Dixon. Rudy mendeskripsikan pernyataan Dixon sebagai ‘permintaan yang sopan’.

“Saya tak tahu apa yang membuat (Trump) menilai itu sebagai pelecehan,” sebut Rudy.

Pence yang berada di New York untuk membantu masa transisi Trump mendapat sambutan di teater dengan suara ejekan. Meskipun sebenarnya beberapa dari penonton juga menyambutnya dengan tepuk tangan.

Berikan Komentarmu