Kota Malang meraih dua penghargaan sekaligus di Hari Anak Nasional 2017 yang jatuh pada 23 Juli. Penghargaan diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PP-PA) atas komitmen dalam program perlindungan anak.

Penghargaan berupa penganugerahan sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan keberhasilan dalam memberikan cakupan pelayanan akta kelahiran secara mudah dan cepat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A dan P2KB) Kota Malang Peni Indriyani mengatakan, torehan prestasi tersebut semakin menguatkan Kota Apel sebagai Kota Pendidikan.

“Kepercayaan yang diberikan di antaranya didasarkan atas aspek kelembagaan yang memberikan ruang bagi terwujudnya perlindungan dan tumbuh kembangnya anak dengan baik sesuai dengan hak-haknya,” kata Peni, Pada hari Senin (24/7).

Indikator penilaian tersebut di antaranya adanya Perda tentang Kota Layak Anak (KLA), memiliki Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Ruang Tanaman Hijau (RTH) yang ramah anak hingga cakupan untuk mendapatkan akta kelahiran secara mudah.

Wali Kota Malang Moch. Anton mengapresiasi penghargaan tersebut. Apalagi dengan dua penghargaan sekaligus terkait keberpihakan pemerintah pada anak.

“Penghargaan tersebut semakin memotivasi Pemkot untuk terus membangun langkah program yang dapat menguatkan lahirnya generasi-generasi emas, seperti kebijakan salat berjamaah tepat waktu dan gerakan mematikan TV,” katanya.

Kementerian PP-PA menasbihkan 126 Kabupaten dan Kota meraih penghargaan KLA, sementara sebanyak 60 Kota dan Kabupaten peraih penghargaan cakupan pelayanan akta kelahiran, termasuk Kota Malang. Penghargaan tertinggi untuk KLA diberikan kepada Kota Surabaya dan Kota Surakarta. Inagurasi penyerahan penghargaan digelar di Ballroom SwissBell Inn SKa, Pekanbaru, Pada hari Sabtu (22/7).

Berikan Komentarmu