Warga Jalan Cipto Mangunkusumo RT 9 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur geger karena tewasnya juragan angkot Bahri bersama istrinya Tasnaeni, di rumahnya. Diduga keduanya menjadi korban perampokan.

Keterangan diperoleh, kedua suami istri itu ditemukan tidak bernyawa sekira pukul 15.00 WITA. Awalnya, seorang warga hendak mengambil angkot di rumah Bahri untuk dikemudikan, usai libur lebaran.

Saat itu, tidak ada terdengar suara dari dalam rumah, yang juga difungsikan sebagai bengkel mobil.

“Pintu rumahnya tergembok dari luar, dipanggil berulang kali tidak keluar,” kata warga sekitar lokasi kejadian, Pada hari Jumat (30/6).

Warga pun menaruh curiga, dan berinisiatif untuk mendobrak rumah Bahri. Terkejutnya warga, setelah melihat Bahri dan istrinya Tasnaeni, tewas bersimbah darah di ruang tamu.

“Iya, tadi si Bapak (Bahri) ditemukan di lantai. Sementara, istrinya ada di kasur. Dua-duanya penuh darah,” ujar Hanafi.

Kondisi kedua korban tewas mengenaskan, dengan luka senjata tajam di antaranya di leher dan pinggang, dan juga anggota tubuh lainnya. Anehnya, tetangga tidak ada yang mendengar adanya kegaduhan dari rumah Bahri.

Namun demikian, tetangga sempat mendengar percakapan Tasnaeni, yang tidak dimengerti tetangganya. Warga menduga, Bahri dan Tasnaeni dirampok.

“Tidak ada suara ribut-ribut. Kami kira si ibu berbicara dengan suaminya subuh tadi,” ungkap Hanafi.

Kepolisian dari Polsekta Samarinda Seberang bersama dengan Satuan Reskrim Polresta Samarinda yang tiba di lokasi, bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Kedua suami istri ini adalah pengusaha angkutan umum. Sementara saat ini masih dilakukan penyelidikan ya,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto kepada wartawan di lokasi kejadian.

Kedua jenazah Bahri dan Tasnaeni, dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syachranie Jalan Palang Merah, untuk dilakukan visum. Dari lokasi, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, untuk menunjang penyelidikan.

Berikan Komentarmu