Kota ketiga terbesar di Israel dilanda kebakaran hebat pada Kamis, 24 November 2016. Sekitar 80 ribu warga terpaksa dievakuasi.

Menurut Menteri Keamanan Umum, Gilan Erdan setidaknya delapan orang ditangkap terkait kebakaran hebat itu.
Erdan mengatakan, ada kecurigaan kebakaran di Israel itu disengaja. Dugaan itu terlihat dari temuan materi mudah terbakar dan cairan yang memicu kebakaran di beberapa area.

“Polisi menemukan semacam cairan mudah terbakar dan barang-barang lainnya pemicu api. Kami harus bersiap, ini adalah tipe baru dari aksi teror,” kata dia, seperti dikutip dari BBC, Jumat (25/11/2016).

“Ada delapan orang yang telah kami tangkap untuk investigasi lebih lanjut,” Erdan menambahkan.

Media Israel melaporkan keamanan dalam negeri Shin Bet terlibat dalam investigasi. Sementara itu, ratusan personel militer cadangan sudah dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran itu.

Menurut dewan kota Haifa, listrik di beberapa kawasan akan dipadamkan. Di supermarket-supermarket terlihat antrean orang berjubel membeli bahan makanan. Sementara itu, sekolah-sekolah, taman kanak-kanak, dan universitas ditutup. Sejumlah panti jompo dan rumah sakit khusus manula dievakuasi.

Lebih dari 130 orang dibawa ke rumah sakit akibat luka, kebanyakan akibat sesak napas. Dua penjara dekat Haifa juga telah dievakuasi. Lebih jauh ke arah selatan kota itu, jalan tol yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv — yang melalui West Bank– ditutup. Hal itu terjadi karena kebakaran telah menjalar ke kota Modi’in.

Rumah-rumah dan mobil hancur terbakar. Sementara ada 300 siswa dievakuasi dari sekolah di Talmon, permukiman Israel di Tepi Barat.

Berikan Komentarmu