menjadi korban pengeroyokan hingga penusukan di bagian kepala dan leher saat Toyota Avanza yang dikemudikan melintasi Tol Jagorawi, Pada hari Minggu (9/7) sekitar pukul 03.00 Wib.

Ada yang menarik dalam kasus tersebut. Yakni, kehadiran Irina, istri Hermansyah yang mempunyai paras indo alias bule membuat khalayak salah fokus. Kecantikan Irina yang menyedot rasa penasaran publik praktis membuat segelintir orang iseng dan mencari tahu segala hal tentangnya.

Sayangnya, publik malah dikejutkan akan masa lalu Irina. Ia disebut-sebut mantan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Jakarta Barat sebelum menikah dengan Hermansyah. Bahkan, Irina dikabarkan juga pernah menjadi pemuas syahwat lelaki hidung belang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, beberapa tahun silam.

Mengetahui kabar miring tentang dirinya, Irina pun makin terpuruk. Belum lagi suami tercinta pulih akibat peristiwa penusukan, serta rasa traumanya yang ikut dianiaya pelaku. Kini, Irina harus menghadapi gunjingan dari khalayak.

Azam Khan, pengacara Hermansyah menegaskan kabar miring tentang istri kliennya hanya pepesan kosong alias fitnah. Ia meminta khalayak tak lantas menghakimi Irina.

“Itu akan kita kaji karena itu fitnah. Jadi pasal 311 harus membuktikan kebenaran itu. Hukumannya 12 tahun penjara,” ujar Azam, Pada hari Kamis (13/7).

Namun menurutnya, hal itu akan didiskusikan dulu dengan Iriana. Fokus saat ini adalah soal penyerangan terhadap Hermansyah dulu. Baru dia akan mengurus soal lain.

Azam membenarkan Iriana memang orang asing. Dia dinikahi oleh Hermansyah dan kini tinggal di Depok.

“Azerbaijan atau Uzbekistan, dari daerah itu pokoknya, saya lupa,” kata dia.

Azam pun meminta tak perlu mengusik kehidupan pribadi seseorang. Menurutnya fokus saja ke masalah utama yaitu pengeroyokan.

“Kalau soal pribadi kenapa harus orang usik. Sedangkan masalah utamanya masih dalam proses penyelidikan itu kan aneh,” tegasnya.

Selain melukai Hermansyah, ternyata pelaku berbuat kasar kepada istri Hermansyah, Irina, dengan menjambak rambutnya.

“Jadi saat kejadian itu, si Hermansyah kan dipukul nih, si istrinya lalu turun bantu suaminya,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy, di Mapolda Metro Jaya.

Namun nahas, Irina justru mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pelaku bernama Edwin.

“Istrinya bantu sambil bawa payung yang ada di dalam mobil. Tapi dia malah dijambak sama pelaku, dia jatuh dan terluka,” katanya.

Edwin mengakui perbuatannya. Alasannya, karena dirinya dipukul oleh payung. “Iya saya yang lakuin (Jambak Irina). Ya karena dipukul payung.”

Hermansyah dikeroyok sekelompok orang tidak dikenal dalam perjalanan pulang bersama istrinya di Tol Jagorawi Km 6, Jakarta Timur, pada hari Minggu (9/7) dini hari. Korban mengalami luka bacokan di sekujur tubuhnya akibat kejadian tersebut.

Berikan Komentarmu