Senjata api jenis revolver milik ajudan Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Pada hari Senin (21/8) siang meletus di salah satu restoran (Lounge) yang berada di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Akibat kejadian itu lantai restoran lubang, sementara sopir wakapolda yang dititipkan senjata api oleh ajudan kini sementara diperiksa di Mapolda NTT. Peluru tersebut membuat lubang lantai keramik restoran, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Menurut Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon C. Nugroho mengatakan, kejadian tersebut berawal saat Wakapolda NTT hendak melakukan boarding pass dan diantar oleh ajudan. Karena tidak diperbolehkan membawa senjata hingga apron bandara, senjata itu kemudian dititipkan ke sopir.

“Enggak sengaja senjata itu jatuh aja, kan masuk ke dalam area bandara tidak boleh, jadi diserahkan kepada kawannya, kawannya pas mau kosongkan senjata malah jatuh. Saat ini sudah ditangani dan enggak ada korban,” ungkapnya ketika ditemui di bandara sore tadi.

Pihak Angkasa Pura I bandara El Tari membenarkan kejadian tersebut. Menurut General Manager Angkasa Pura I Wahyudi mengaku, peristiwa tersebut kini sudah ditangani Mapolda NTT.

“Kejadian 13.03 kebetulan pak ajudan Wakapolda mau berangkat ke Jakarta, kemudian membawa senjata api, kan tidak diperbolehkan membawa senjata api sehingga dititipkan sama drivernya. Nah tanpa sengaja senjata itu jatuh dan meletus, lagi diproses di Polda, kalo persoalan kesalahan menurut saya tidak ada kesalahan atau faktor kesengajaan,” ujarnya.

Walau demikian, peristiwa ini tidak mengganggu aktivitas calon penumpang atau penerbangan baik menuju maupun dari bandara El Tari Kupang.

Berikan Komentarmu