Sang Juara Liga Inggris Leicester City Kian Terpuruk
Sang Juara Liga Inggris Leicester City Kian Terpuruk

Leicester City Kian Terpuruk dalam status mereka sebagai juara bertahan Liga Primer Inggris musim ini. Jamie Vardy dkk kini bahkan tak bisa lagi memimpikan bertarung di papan atas, karena bakal disibukkan dengan perjuangan menghindari zona degradasi.

Pada pertandingan pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion St. Mary’s, Minggu (22/1), Leicester takluk dari tuan rumah Southampton lewat gol James Ward-Prowse (26′), Jay Rodriguez (39′), dan penalti Dusan Tadic (86′). Kekalahan tiga gol tanpa balas itu membuat Leicester kini tertahan di peringkat ke-15 dengan 21 poin dari 22 laga. Mereka hanya unggul enam angka atas tim juru kunci, Sunderland. | Leicester City Kian Terpuruk

Tak hanya itu, Leicester juga menyamai catatan Ipswich di musim 1962/1963 sebagai juara bertahan dengan poin terburuk. Saat itu, Ipswich sama-sama mengoleksi 21 poin dari 22 laga sebagai juara bertahan. Pada akhir musim, Ipswich finis di posisi ke-17 dari 20 tim Divisi I – kompetisi kasta teratas saat itu.

Selain rekor poin terburuk sebagai juara bertahan, Leicester juga harus menerima pil pahit sebagai tim yang tak pernah menang dalam 13 laga tandang Liga Primer Inggris musim ini. Mereka jadi satu-satunya tim dengan catatan buruk tersebut.

BACA JUGA : Arsene Wenger Dipastikan Bersalah Setelah Mendorong Wasit.

Catatan tak pernah menang dalam laga tandang sendiri sudah menyentuh angka 18 laga di Liga Inggris, bila ditambahkan hasil di akhir musim lalu. Catatan itu adalah catatan terburuk dalam sejarah Leicester sejak tahun 2005 lalu.

Dalam 10 laga terakhir Liga Inggris, Leicester hanya sanggup mencatat dua kemenangan dan membukukan sembilan poin dari 30 angka maksimal yang bisa didapat.

Meski demikian, manajer Leicester, Claudio Ranieri belum mau melempar handuk. Pria yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia 2016 versi FIFA itu tetap optimistis timnya bisa bangkit. ”Para pemain menunjukkan semangat fantastis. Kami percaya segalanya masih mungkin,” tutur dia seusai pertandingan seperti dilansir dari BBC.

Pada awal musim sendiri, Ranieri memang tak pernah memberikan target tinggi pada timnya setelah sukses jadi juara Liga Inggris musim lalu. Pria asal Italia itu hanya ingin timnya bisa meraih angka aman, 40 poin untuk lepas dari jerat degradasi.

Sejumlah pemain bintang pun berhasil dipertahankan Ranieri seperti Riyad Mahrez, Jamie Vardy, dan Danny Drinkwater. Namun hal itu sepertinya tak cukup bagi Leicester untuk sekadar bisa masuk zona papan tengah Liga Inggris sejauh ini.

Berikan Komentarmu