Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melarang adanya tes dalam proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 tingkat sekolah dasar.

“Segala bentuk tes tidak boleh dilakukan dalam penerimaan peserta didik baru. Apalagi seleksi dengan tes baca, tulis dan berhitung (calistung),” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono, seperti dilansir Antara, Pada hari Senin (26/6).

SD negeri di seluruh Sleman juga wajib menerima calon siswa yang berusia tujuh tahun ke atas hingga 12 tahun. Sekolah juga boleh menerima calon siswa yang masih berusia enam tahun. Dengan catatan, daya tampungnya belum terpenuhi.

“Selain itu, lulusan TK satu atap yang satu manajemen dengan SD menjadi prioritas dalam penerimaan SD,” katanya.

Penerimaan siswa SD di Sleman akan dimulai pada 3-5 Juli 2017. Berbeda dengan jenjang SMP, PPDB tingkat SD akan dilakukan secara manual.

“Proses seleksi akan dilakukan pada 6 Juli dan kemudian diumumkan sehari kemudian, 7 Juli. Bagi siswa yang dinyatakan lolo seleksi kemudian bisa melakukan pendaftaran ulang hingga 8 Juli,” katanya.

Untuk penerimaan siswa SMP di Sleman mulai dilakukan pada 3 Juli dengan menerapkan sistem real time online (RTO). Meski menggunakan sistem RTO, para calon siswa bisa melakukan pendaftaran secara manual dahulu untuk diverifikasi kemudian. Calon siswa bisa mengisi data diri serta pilihan sekolah di laman online dengan datang ke sekolah pilihan.

Menurut dia, PPDB SMP RTO bisa dengan dua sistem salah satunya mandiri dengan isi sendiri di halaman pendaftarannya. Kemudian, calon siswa tersebut tinggal melakukan verifikasi pada periode tanggal 10 sampai 12 Juli.

Siswa melakukan verifikasi dengan menunjukkan tanda bukti pengajuan pendaftaran yang telah dicetak. Tanda bukti tersebut memuat kode verifikasi sebagai bukti telah mengajukan pndaftaran sebelumnya.

Bukti tersebut kemudian diberikan kepada petugas PPDB sekolah untuk mendapatkan tanda pendaftaran dan kemudian diproses lebih lanjut.

“Dalam PPDB SMP, setiap siswa bisa memilih dua sekolah yang diinginkan, adapun, proses verifikasi bisa dilakukan di salah satu sekolah pilihan,” katanya.

Berikan Komentarmu