Musibah kecelakaan mobil wisatawan asal Tanggerang yang bikin geger seluruh masyarakat di Kabupaten Bangli di Bali, membuat warga adat desa Trunyan menggelar ritual pembersihan. Mengingat musibah tersebut terjadi di wilayah adat desa Trunyan.

Di mana mobil yang mengangkut rombongan keluarga asal Tanggerang sebanyak 7 orang terperosok masuk jurang hingga nyebur tenggelam di danau Batur Bangli. Tiga orang meninggal dunia atas peristiwa nahas tersebut.

Terkait musibah itu, masyarakat desa Trunyan, berencanakan akan melangsungkan upacara ‘Mecaru’ sebagai bentuk pembersihan secara niskala. “Upacara tersebut merupakan langkah pembersihan secara ‘niskala’ atas musibah yang terjadi di desa kami, walaupun musibah tersebut tidak menimpa warga desa,” ujar Jero Bendesa Adat Desa Terunyan, Jero Puji Nyarikan Nada.

Akunya, bahwa para sesepuh desa telah menggelar paruman (rapat adat) membahas rencana melaksanakan ritual pembersihan desa terkait musibah tersebut.

“Tinggal mencari hari baik untuk melaksanakan kapan ritual pembersihan itu. Jadi itu yang masih kita bahas,” jelas Jero Puji Nyarikan.

Lanjut Jero Puji, karena upacara ini bertujuan untuk pembersihan, maka upacara akan melibatkan seluruh warga desa untuk sarana upacara caru (tumbal hewan) akan menggunakan angsa, bebek, kambing dan babi.

“Untuk masalah biaya upacara dari urunan warga. Mau gimana lagi, ini demi upacara pembersihan di desa kami. Kalau dirinci biaya yang dihabiskan berkisar Rp 20 juta,” demikian Jero Puji.

Berikan Komentarmu