Warga Desa Palumbungan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dikejutkan penemuan dua mayat tergeletak di bawah jembatan Sungai Klawing, Pada hari Senin (11/9) pagi. Mayat tersebut ditemukan dalam keadaan terbungkus bed cover dengan keadaan tangan dan kaki terikat tali.

Mayat itu diketahui bernama Husni Zarkasih (57 tahun) dan Zakiyah (52 tahun). Keduanya pasangan suami istri.

“Berdasarkan laporan yang kami terima pada pukul 06.00 WIB, dua mayat tersebut ditemukan warga tergeletak di bawah jembatan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto, kemarin.

Selain mendatangi lokasi penemuan, pihaknya juga meneruskan laporan tersebut ke Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Purbalingga. Setelah lokasi diamankan dan Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga tiba di tempat kejadian perkara (TKP), dua mayat tersebut segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto, untuk dilakukan autopsi.

Pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian keduanya karena masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Purbalingga. Meski demikian dia menduga keduanya merupakan korban pembunuhan.

“Tapi kalau dilihat dari indikasinya (diduga korban pembunuhan) karena tangannya diikat dan tubuhnya dibungkus ‘bed cover’,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Polisi Tarjono Sapto Nugroho mengatakan, di jembatan ditemukan dua bercak darah. Besar kemungkinan, dua mayat tersebut korban pembunuhan dan dibuang ke jembatan pada malam hari. Sebab, keduanya mengalami pukulan benda tumpul di bagian kepala dan sabetan benda tajam di bagian leher.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengantongi barang bukti seperti bed cover, mukena, sarung, baju koko, peci, sandal, tali, dan batu bercak darah. Kedua korban diketahui bernama Husni Zarkasih (57) dan Zakiyah (52). Keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No. 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kami masih berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melacak keberadaan keluarga korban untuk kami minta keterangan,” kata Tarjono.

Kedua mayat saat ditemukan berada pada posisi timur dan barat Jembatan Penisihan. “Menindaklanjuti penyelidikan jenazah kami rujuk ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo untuk diautopsi,” katanya.

Berikan Komentarmu