Berdalih bisa menyembuhkan segala macam penyakit, tiga orang asal Tangerang menghipnotis warga Surabaya, Jawa Timur. Dua orang berhasil dibekuk anggota Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya. Satu pelaku masih buron.

Dua tersangka yang berhasil diamankan polisi adalah Dedi Samsudi (37), asal Tuntang I/20, Tangerang dan Azim Arizon (35), warga Prambanan 82, Tangerang. Sementara yang masih buron adalah Kapten, yang menjadi pimpinan aksi hipnotis alias gendam ini.

Kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Moh Iqbal, para pelaku pernah empat kali beraksi di Jakarta. Semuanya sukses, dan lolos dari kejaran polisi. Kemudian para tersangka beralih ke sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Malang dan Surabaya.

“Ada 13 lokasi. Tapi mereka mengaku baru empat kali di Jakarta, satu kali di Malang dan Surabaya. Sementara kita ada banyak laporan dari korban. Tentu ini akan kami dalami dan kembangkan,” terang Iqbal didampingi Kapolsek Tegalsari, Kompol Moerjanto, Pada hari Selasa (20/6).

Di Surabaya, ada tiga laporan yang masuk ke pihak kepolisian. Pada 10 Juni, para pelaku beraksi di KFC Plaza Tunjungan I lantai UG, kemudian pada 11 Juni mereka beraksi di Grand City dan terakhir di Restoran A&W Plaza Tunjungan I pada 13 Juni.

Moduk aksinya, Dedi yang berperan sebagai paranormal, pura-pura bertanya kepada korban. Dia tengah mencari museum untuk menitipkan Kitab Istanbulnya. Tersangka juga mengaku berasal dari Brunai Darussalam.

“Kemudian tersangka Dedi ini mengaku bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Kemudian datang teman tersangka, Azim. Dia bertugas meyakinkan korban kalau Dedi memang bisa menyembuhkan segala macam penyakit,” ungkap Iqbal.

Untuk meyakinkan korban, Azim meminta korban membeli telur untuk sarana pengobatan. Selanjutnya tersangka Dedi meminta korban mengusap-usapkan telur ke dadanya. Lalu memecahkan telurnya.

Dengan ilmu hipnotisnya, Dedi mampu memperlihatkan jarum dan rambut dari dalam telur yang sudah diusapkan ke dada korban. Setelah korban yakin akan kemampuan tersangka dan mau diobati, kedua mengajak ke suatu tempat.

Saat itu, korban diminta melepas seluruh perhiasan dan disuruh memecahkan telur di dalam kamar mandi atau toilet umum. “Saat itulah, tersangka yang dipanggil Komandan datang dan mengambil seluruh perhiasan dan barang berharga milik korban,” katanya.

Setelah beberapa menit terkena hipnotis, korban sadar dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Dari rekaman CCTV yang kami ambil dari salah satu mal, kami mulai melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua orang. Satu orang yang jadi pimpinan kelompok ini masih buron, yaitu Komandan,” papar Iqbal.

Kapolres juga mengimbau kepada warga Kota Surabaya untuk lebih berhati-hati di tempat-tempat keramaian menjelang lebaran seperti saat ini. “Tersangka ini bisa beraksi di tempat-tempat keramaian. Tidak hanya di mal, tapi juga di terminal dan stasiun.”

“Dari aksinya, para pelaku merencanakan aksinya dengan sangat matang. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” imbau Iqbal.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.

Berikan Komentarmu