Kasus narkoba yang dialami oleh Ridho Rhoma masih bergulir. Seperti yang diketahui, putra Rhoma Irama itu ditangkap oleh pihak berwajib atas kepemilikan barang-barang haram pada Maret lalu. Pada sidang yang berlangsung beberapa waktu lalu, pihak majelis hakim menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan Ridho.

Pada persidangan yang berlangsung pada hari Selasa (8/8), Majelis Hakim kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hakim memeriksa empat orang saksi lain yang dipersiapkan JPU. Dua diantaranya yang diduga sebagai pengedar tempat Ridho memesan narkoba.

Menurut kuasa hukum Ridho, Achmad Cholidin, kliennya sama sekali tidak tahu apa-apa. Bahkan ia menilai ada indikasi rekayasa untuk menjebak pelantun lagu Menunggu itu. Kata Achmad, Ridho mengonsumsi obat-obatan untuk menguruskan badan.

“Tadi kita lihat tidak ada satupun saksi yang mengetahui jika dia memakai bersama Ian (saksi) ataupun juga saksi yang ada di Hotel Ibis juga dari security tidak mengetahui. Tujuan Ridho ke situ untuk apa, entah untuk nginep atau makai, mereka tidak mengetahui. Bahkan pada saat pemeriksaan, penggeledahan di mobil pun security tidak tahu itu barang buktinya apa. Kesimpulan kami, di sini ada satu rekayasa, agar Mas Ridho bisa ditangkap. Karena tidak diketahui bahkan Mas Ridho ini sedang menggunakan sabu. Kesaksian Ian pun tidak pernah dia menjelaskan bahwasanya Ridho memakai di apartemen,” kata Achmad di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Pada hari Selasa (8/8/2017).

Achmad bahkan sangat yakin kalau ini rekayasa setelah melihat pembuktian dan kesaksian. Ia juga melihat Ridho sangat kooperatif selama menjalani proses hukum serta mengakui kalau kalau dia salah dan punya barang haram tersebut di mobilnya. Dua saksi lain dalam kasus Ridho adalah Sofyan dan Ardi, yang menurut Achmad membuktikan kalau kliennya tidak pernah menyediakan narkoba.

“Barang tersebut yang sudah dipakai 5 kali sama Ian, 4 kali barang tersebut ada milik Ian. Baru kali ini satu tangkap. Kemarin saudara Ridho nanya kepada Ian, ‘Ada barang atau tidak? Kita memakai bersama’. Itulah yang terjadi. Mas Ridho mentransfer ke Ardi, Ardi pun tidak tahu kalau ditransfer,” jelas Achmad.

Achmad ingin agar Ridho direhabilitasi, apalagi pria berusia 28 tahun itu juga sudah mengaku sebagai pemakai dan barang buktinya juga tidak banyak. Untuk sidang berikutnya giliran pihak Ridho yang akan menghadirkan saksi. Achmad akan menghadirkan dokter dari RSKO sebagai saksi dan satu dokter yang ahli di bidang narkoba. Namun Achmad masih merahasiakan nama-nama saksinya.

“Yang pertama kita ya butuh kesaksian mereka untuk memperingankan, dengan posisi Ridho sekarang ada di Rutan Salemba ini kan inkonsisten. Karena Ridho memang sejak penyidikan sampai ke pengadilan ini menurut hasil dari asessment terpadu BNN, itu direhab. Dengan Mas Ridho di Rutan Salemba ini kan jadi tugas kami sebagai kuasa hukum untuk bisa mengupayakan agar Ridho dikembalikan ke panti rehab,” pungkas Achmad.

 

Berikan Komentarmu