Presiden RI Joko Widodo membagikan 2177 sertifikat tanah gratis untuk warga empat Kabupaten di Jawa Tengah, Pada hari Jumat (16/6). Keempat kabupaten tersebut yaitu, warga Banyumas sebanyak 936 sertifikat, Kebumen 851 sertifikat, Purworejo 133 sertifikat, dan Kabupaten Tegal.

Menurut Jokowi, sertifikat diharapkan dapat meredam konflik agraria yang kerap terjadi di berbagai daerah. Pasalnya, sertifikat tanah adalah penegasan kepemilikan tanah. Untuk itu, Jokowi menargetkan pensertifikatan 5 juta sertifikat gratis tahun ini dan akan ditingkatkan pada tahun mendatang.

“Sertifikat itu adalah hak hukum atas tanah. Tanda bukti hak atas tanah. Jadi jika sudah memegang sertifikat itu, status kepemilikan tanah jadi pasti. Karena yang saya lihat, di daerah-daerah itu banyak sengketa. Antara tetangga dengan tetangga, antara masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan. Banyak sekali. Kenapa itu kita melakukan percepatan pemberian sertifikat, agar tak terjadi sengketa-sengketa yang saya sebut tadi,” jelas Presiden Jokowi, di Purwokerto, Pada hari Jumat (16/6).

Secara simbolis, Jokowi menyerahkan sertifikat kepada 10 penerima yang mewakili petani. Sebelumnya, Pada hari Kamis (15/6) Jokowi juga membagikan sertifikat gratis untuk warga Cilacap.

Kepada penerima sertifikat, Presiden meminta agar sertifikat yang diterimakan itu disimpan baik-baik dan tak langsung digunakan sebagai agunan bank. Meski tetap digunakan sebagai agunan bank, hutangnya harus digunakan sebagai modal usaha produktif, bukan digunakan untuk konsumsi. Selain itu, ia juga mengingatkan agar warga memilih bank dengan suku bunga kecil.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Jawa Tengah mendapat jatah sedikitnya 500 ribu sertifikat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN).

Jika ditambah program lainnya, seperti program daerah, Corporate Social Responsibility (CSR) kemudian bantuan daerah, maka sertifikat di Jawa Tengah yang diterbitkan di Jawa Tengah sekitar 600-an ribu lebih.

“Kita dapat laporkan kepada Pak Presiden, Pak Gubernur, Pak Bupati, tahun ini Jawa Tengah sedikitnya mendapat jatah dari BPN sebanyak 500 ribu sertifikat. Bahkan kalau ditambahkan dengan di luar program ini, seperti program sendiri, CRS perusahaan dan program Prona lain, maka sedikitnya mendapat 600 ribu sertifikat,” kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, masyarakat Jawa Tengah banyak yang menggunakan sertifikat sebagai agunan bank dengan jumlah total pinjaman mencapai Rp 32,5 triliun. Dia berharap, keberadaan sertifikat itu bisa digunakan untuk kegiatan produktif dan menjadi bagian modal kerja.

Berikan Komentarmu