Kesuksesan Mark Zuckerberg Dalam Pidato Wisudanya | Tuanberita
Kesuksesan Mark Zuckerberg Dalam Pidato Wisudanya

Mark Zeuckerberg sukses spektakuler berkat Facebook dan meraup harta ratusan triliun. Tentu ia bahagia walaupun di sisi lain prihatin dengan banyaknya mahasiswa yang tak seberuntung dirinya. Menurutnya, ada yang salah. | Kesuksesan Mark Zuckerberg

Dalam pidato motivasi pada wisudawan di Harvard, Zuck panjang lebar membahas soal kesenjangan. Bahwa setiap orang seharusnya punya kesempatan yang sama, serta memiliki tujuan dalam hidupnya. | Kesuksesan Mark Zuckerberg

“Ada sesuatu yang salah dengan sistem kita ketika aku bisa meninggalkan tempat ini dan menghasilkan miliaran dolar dalam 10 tahun sementara jutaan pelajar tidak bisa membayar hutang mereka, apalagi memulai bisnis,” tutur Zuck.

Kurangnya kesempatan karena situasi tertentu memang bisa menggagalkan impian. Misalnya, harus bekerja sembari kuliah demi memenuhi kebutuhan hidup, sudah pasti membuat konsentrasi mahasiswa tersita. Atau mereka yang tidak bisa kuliah, tentu kesempatan untuk sukses lebih kecil. | Kesuksesan Mark Zuckerberg

“Kita semua tahu kesuksesan bukan cuma karena punya ide bagus atau kerja keras. Kita sukses karena keberuntungan juga. Jika aku harus bekerja membantu keluargaku dan tidak melakukan coding, aku takkan berdiri di sini. Kita tak tahu betapa beruntungnya kita ini,” tandasnya.

Zuck pun berharap kaum millenial yang beruntung bisa membantu mereka yang kekurangan dengan uang atau dengan waktu. “Kita selalu bisa memberikan seseorang bantuan. Mari berikan kesempatan pada tiap orang untuk mengejar tujuan mereka,”

Suami Priscilla Chan itu pun memberi ucapan selamat pada para wisudawan. Dan semoga mereka bisa sukses berjuang di dunia yang sebenarnya.

“Kuharap kalian menemukan keberanian untuk membuat hidupmu menjadi berkat. Selamat, Class of 17! Semoga beruntung di luar sana,” tutupnya.

Di akun Facebook-nya, Zuck membagikan tulisan lengkap pidatonya itu. Yang ditulisnya sudah cukup lama. | Kesuksesan Mark Zuckerberg

“Pidato ini penting secara personal bagiku dan aku lama menulisnya. Pesanku adalah tentang tujuan. Sebagai millenial, menemukan tujuan kita saja tidak cukup. Tantangan generasi kita adalah menciptakan dunia di mana setiap orang memiliki tujuan. Itulah kunci kebahagiaan sejati dan satu-satunya cara agar masyarakat kita bergerak maju,” tulisnya.

Baca Juga : Rajin Olahraga Bukan Berarti Bebas Dari Serangan Jantung

Berikan Komentarmu