Badan pengawas obat dan makanan menemukan beberapa produk mie instan dari Korea Selatan ternyata positif mengandung babi. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uni berjanji untuk meningkatkan kerja sama antara BPOM dan Pemprov DKI.

“Ini yang saya sama Pak Anies angkat. Indonesia yang mayoritas Muslim semuanya dianggap halal, jadi harus ada kinerja lebih baik antara Pemprov dan BPOM untuk pastikan halal atau tidak,” jelasnya di Kalideres, Jakarta Barat, Pada hari Minggu (18/6).

Dia juga mengimbau agar para pebisnis usaha restoran dan rumah makan dapat menginformasikan dengan jelas produk makanan yang mereka sajikan. Jangan sampai konsumen dirugikan soal makanan yang ternyata tidak halal.

“Restoran diingatkan untuk menginformasikan sejelas-jelasnya tentang makanan yang mereka jual,” singkatnya.

sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menemukan tiga produk atau merek mi instan asal Korea ternyata mengandung babi. Ketiga merek mi tersebut adalah Samyang, Nongshim, dan Ottogi.

Terungkap dari Surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 untuk Kepala Balai Besar POM seluruh Indonesia. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan ketiga merek mi instan tersebut positif mengandung fragmen DNA spesifik babi.

Berikan Komentarmu