Seorang pria bugil alias tak mengenakan sehelai pakaian pun membuat geger Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Pada hari Senin (29/8) kemarin. Sebabnya, dia berupaya masuk ke dalam Istana Merdeka dengan cara memanjat pagar.

Sontak saja, Paspampres yang berjaga langsung menggagalkan aksi tersebut. Dia dibekuk dan langsung dibawa ke ruangan piket Paspampres. Pelaku sama sekali tak membawa identitas.

Belakangan diketahui, pelaku bernama Broking Sianturk (34), berasal dari Cengkareng, Jakarta Barat. Dia diduga mengalami gangguan jiwa.

“Orang tersebut tidak beridentitas, dan menurut anggota orang tersebut terindikasi ada gangguan jiwa,” kata Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen (Mar) Suhartono saat dikonfirmasi, Pada hari Senin (28/8) lalu.

Pria itu diserahkan Paspampres ke Polsek Gambir untuk pendalaman lebih lanjut. Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelaku sehari-hari berjualan alat terapi di Pasar Baru.

Dia membenarkan pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa. Pihaknya pun berkordinasi dengan pihak kedoteran jiwa terkait hal itu. Menurutnya, pelaku tiba-tiba lari dalam kondisi bugil ke arah Istana dengan berteriak ‘mau nikah’.

“Tahu-tahu dia lari-lari masuk Istana, mau nikah katanya. Mau nikah. Makanya dia lari masuk Istana acara nikah. Ya mau nikah di Istana,” kata Argo.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan pria tersebut berprofesi sebagai pedagang di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dia mengalami stres, karena faktor ekonomi yang kini terjadi dalam keluarganya.

“Dari keterangan keluarga dia stres karena persaingan dagang,” kata Suyudi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga beberapa hari belakangan Broking Sianturk terus mengeluh ke beberapa anggota keluarga dan bicara melantur.

“Alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan ngelantur atau di luar kesadaran. Itu diduga karena stres atau depresi,” katanya.

Kemarin, fakta baru terungkap. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu.

“Setelah dicek urine ternyata positif sabu,” kata Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Pada hari Selasa (29/8) kemarin.

Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman dan penyidikan. Polisi belum menaikkan status Broking sebagai tersangka atas kasus narkoba.

“Akan kami mintai keterangan soal asal barang itu, sejak kapan dan darimana didapatkan,” katanya.

Berikan Komentarmu