Perumahan Medow Green, Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan dibuat geger oleh teriakan seorang pria berkewarganegaraan Jepang. Ia terkejut, menemukan istrinya yang hanya berbalut handuk terbujur kaku, Pada hari Jumat (21/7).

Jeritan tersebut sontak mengagetkan Iswanto, yang merupakan pria asing itu.

Tak berapa lama, Iswanto serta beberapa warga yang penasaran langsung mendatangi lokasi dan mendapati korban atas nama Konaah alias Cindy sudah tewas.

Kepolisian setempat yang mendapat laporan langsung menuju lokasi. Selain korban yang sudah tak bernyawa, sebuah mobil jenis Honda HRV juga tak ada di lokasi. Sedangkan, rumah dalam kondisi berantakan.

Penyelidikan berlangsung. Polisi mulai menggali informasi dari orang terdekat, tetangga, serta barang bukti yang tertinggal.

Akhirnya, tak butuh waktu lama. Dua hari setelah ditemukan tewas, polisi membekuk pelaku, Pada hari Minggu (23/7).

Benar saja, Konaah yang juga berprofesi sebagai pemandu lagu tewas karena dibunuh. Pelaku diketahui bernama Darwin Purba (27) seorang komandan Satpam perumahan tempat tinggal korban.

Setelah diperiksa. Ternyata motifnya sepele. Baik korban maupun pelaku sempat cekcok mulut yang menyebabkan pelaku meradang.

“Seminggu sebelum kejadian, korban ini keluar rumah dengan menggunakan mobil, lalu pelaku sedang bertugas,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, Pada hari Senin (24/7).

Korban menanyakan akses jalan keluar selain dari gerbang utama. Ditanya itu, tersangka menjawab tidak ada dengan cara tidak sopan ketika menjawab. Korban pun menimpali dengan memberikan jawaban tidak sopan.

“Tersangka tersinggung berat, lalu mencari tahu dimana korban ini tinggal,” katanya.

Dua hari kemudian, Darwin mendapati tempat tinggal korban, dimana tinggal bersama dengan warga asal Jepang. Karena itu, pada hari Jumat tersangka mendatangi rumah korban dengan maksud mengingatkan agar berkata sopan kepada Satpam.

“Korban datang mengetuk pintu, kemudian dibuka oleh korban yang kebetulan hanya pakai handuk lantaran mau mandi,” katanya.

Tersangka, kata dia, langsung marah dan menegur korban agar berkata sopan kepada sekuriti perumahan. Korban pun bereaksi dengan berteriak.

“Teriakan itu membuat pelaku panik, sehingga dicekik, dan diempaskan ke kursi sofa untuk dilumpuhkan,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, pelaku juga membekap korban sampai tak sadarkan diri. Melihat korban tak berdaya, tersangka melihat ada sebuah kunci mobil menggantung di pintu.

“Tersangka mengambil kunci, lalu mengambil mobil dengan maksud untuk dibawa melarikan diri. Pelaku juga mengambil telepon selular korban dari dalam kamar karena sempat berbunyi,” katanya.

Polisi yang mendapatkan laporan segera menuju ke lokasi kejadian. Usai melakukan penyelidikan, tersangka ditangkap di wilayah Cipayung, Jakarta Timur di rumah kerabatnya.

“Untuk sementara dijerat dengan pasal 365 dengan ancaman 15 tahun penjara, karena mengambil barang-barang milik korban,” tandas Asep.

Berikan Komentarmu